Kamis, 05 Januari 2012

Definisi TUHAN dari pandangan berbagai Agama

a.       Dalam Ajaran Judea-Kristen, Tuhan didefinisikan sebagai “3 Omni” yaitu: Omnipotent (Mahakuasa), Omnibenevolent (Mahakasih), dan Omnicient (Mahatahu). Dalam ajaran Kristen juga dipelajari sebuah konsep “Trinitas” atau “ber-Tuhan 3” yg terdiri dari Tuhan Bapa, Tuhan Ibu, dan Tuhan Anak. Tuhan Bapa adalah Allah, Tuhan Ibu adala Maryam, dan  Tuhan Anak adalah Isa/Jesus. Persepsi yang dikemukakan oleh kaum Kristen “Tuhan adalah suatu zat yang Mahatinggi dalam persepsi manusia yang menyembahnya”. Teori yang disampaikan oleh Wilhelm dalam “The Origin of Idea of God” padatahun 1912 yang dikutip oleh Amstrong, dia menyatakan “Telah ada suatu monoteisme primitive menyatakan bahwa hanya ada satu Tuhan Tertinggi yang telah menciptakan dunia dan menata urusan manusia dari kejauhan.
b.      Pada ajaran Hindu & Budha;
Ø  Ajaran penganut Mon & Khmer mengatakan Tuh (jika ditambahkan imbuhan –an menjadi Tuhan) adalah sesuatu yang ada dan menyeluruh, ia jauh tetapi ia dekat, ia bersatu tetapi berpisah.
Ø  Pada penganut Melayu Purba mengatakan Tuh adalah Sang Yang Tunggal yang hidup bersekutu (bersatu) dengan alam, namun dia bukanlah alam.
Ø  Ajaran penganut Tahili Tuh adalah Toaroa yang menyatu dengan alam yang memberikan kedamaian pada alam.
Kesimpulan: Tuhan pada Agama Hindu & Budha adalah Tao, Thian, Toaroa, Toh, Thi, Tou, To, Teuh, dan sebagainya. Semua ajaran pada agama ini setuju bahwa Dia (Tuh) adalah alam tetapi bukanlah alam, dialah sang pemberi kedamaian.
c.       Pada Agama Islam, Tuhan adalah اله , menurut Ar-raghib Al-ashfahani اله adalah ma’bud yang berarti sesuatu yang disembah atau diibadahi. Kita mesti teliti sebuah pernyataan bahwa Allah adalah Tuhan, dan Allah diartikan sebagai Tuhan. Jika kita kaji kembali, jika Allah diartikan Tuhan, maka Tuhan tidak bisa diartikan kembali kedalam bahasa arab menjadi Allah tetapi Illah (sesembahan). Mari kita simak Syahadat kita yang berbunyi اشهدان لا اله الا الله “Tiada Tuhan selain Allah”, disana menyatakan Tuhan itu tidak ada melainkan Allah. Meski kata-kata الله berasal dari kata اله  namun disitu terdapat huruf ال yang menyatakan pengkhususan. Maka Allah adalah sifat yg lebih khusus dari kata Illah. Jadi bisa kita tarik kesimpulan bahwa Illah bukanlah Allah, namun Allah adalah Illah. Kenapa, karna Allah pun mempunyai sifat yang sama dengan Illah yaitu sesuatu zat yang disembah dan diibadahi. di dalam Al-Quran kata-kata "Rabb' diartikan sebagai "Tuhan", kenapa bisa? padah "Rabb" dalam b.arab berarti Mahapemelihara. apakah ini penggunaan kata umum?
maka disini kita sebagai umat muslim harus sepakat bahwa "Tuhan Tidak Ada". kenapa umat Muslim lebih menyukai mengatakan Tuhan dibanding Allah? apakah mereka malu? apakah agar mereka dapat diterima oleh semua kaum? bukankah kaum kafir pun tidak pernah malu menyebutkan Yesus d depan umum?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar